Penyair


Sulaiman Djaya in 2008

Puisi Sulaiman Djaya (2015)

Bahwa waktu tak berjalan
di saat aku memendam pertanyaan
dan tak menemu jawaban.

Debu, benda-benda, dan bayang-bayang sang tahun
sudah sekian lama menertawakanku.

Ruang tempatku setia dan gundah
sama halnya lembar-lembar
yang lapuk dan kusam

tempatku menceritakan kebosanan
dan keriangan

adalah perlawanan yang selalu mengajakku
untuk memasuki buku-buku berdebu
yang belum sempat kubaca

tiba-tiba telah meminta
lembar-lembar lain yang tak kuasa kucegah.

Baru kusadari, matamu bukan lagi mataku
dan kau menitip usia yang mudah kulupakan begitu saja.

Apakah kematian sempat memberitahukanmu
kapan aku akan kembali dilahirkan
ke sebuah jazirah yang ingin kukenal,

yang mungkin akan semakin membuatku heran,
terpedaya, girang, atau sekadar berpura-pura dungu

seperti sebuah patung yang menunggu
tiba-tiba kusadari bahwa kau bukanlah diriku
selain bayang sang waktu.

Kau tinggalkan namaku bersama tanggal-tanggal
yang setahuku tak bisa memberiku penjelasan

beda tubuh dan jeda tidur. Sekali waktu
aku bertanya-tanya apa yang kulakukan
tanpa menyisakan ingatan.

Mataku telah menjadi bayang-bayang
yang berkeliaran tak tentu arah

bila aku mencari kata-kata dari dunia-dunia
yang dilupakan dan tergesa
oleh tahun-tahun yang merebutku

dari kenangan masa silam.

(2015)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s