Selingan

Karena dianggap tidak percaya adanya alam gaib dan Zeus (theos), Epicurus difatwa sesat, atheos (kafir), dan diusir dari Athena oleh Dewan Kota yang didukung para senator. Mungkin bagi para penyembah Zeus, ketidakpercayaan Epicurus terhadap adanya theos hanya tertuju pada sosok Zeus saja –sehingga pada masa 2400-an tahun yang lampau itu, seseorang yang dilabeli atheos adalah orang yang tidak percaya adanya Zeus yang agung. Apakah memang demikian? Apakah memang hanya Zeus yang tidak dipercayai keberadaannya oleh Epicurus dan murid-muridnya? Tentu saja tidak. Satu hal yang waktu itu tidak dipahami oleh para penyembah Zeus adalah, bahwa theos yang tidak dipercayai oleh Epicurus adalah theos dalam semua agama di dunia (kala itu yang cenderung dogmatik). Dan terbukti, hanya karena para penyembah Zeus terlalu terbelenggu oleh “keimanan” mereka-lah, maka mereka tidak menyadari bahwa theos yang disangkal adanya oleh Epicurus tidak hanya theos sesembahan mereka saja: Zeus, tapi juga theos yang dikenal sepanjang peradaban manusia. Coba ganti nama Zeus menjadi Allah azza wa jalla, mungkin akan timbul kesadaran dalam diri Anda bahwa: ”Oh, sepertinya di kehidupan 2400 tahun yang lampau, saya pernah terlahir sebagai seorang senator yang telah mengusir “si kafir” Epicurus dari kota Athena –justru karena saya orang yang kurang paham dan tidak memiliki welas-asih kepada sesama”.

Sketsa Sulaiman Djaya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

"Lab Sulaiman Djaya"

%d blogger menyukai ini: