Arsip Tag: Sulaiman Djaya

Sketsa


Wajah yang Lain

Kamu tuh cantik meski kamu genit dan centil…kamu punya bibir, rambut, dan mata yang indah dan seksi….Mungkin dibalik kegenitan dan kecentilanmu ada yang ingin kamu katakan dengan tubuhmu ketika kata-kata menurutmu tidak tepat sebagai penyampai yang arif dan bijak….Sebagai seorang amatir, sketsa yang kubuat tentu tak sempurna dan tak persis seperti kamu….Barangkali juga aku cuma iseng, di saat aku membutuhkan suatu alasan untuk sekedar menghibur diri….Hampir saja aku lupa bahwa aku juga ingin berkata dengan jujur dan terus-terang, kamu itu perempuan yang puitis…..Ttd: Gary Gulaiman.

 

Sketsa Berpose

Sketsa Berpose 2

Wajah yang Lain 2

Jika Kau


Jika kau bayangkan dirimu kupu-kupu
dan mengangankan sepasang sayap tumbuh
di punggungmu, datanglah kepadaku
yang tengah menggambar

hujan lalang: Aku adalah kanak-kanak
yang bermain dengan riang dan bebas
di padang-padang pengembaraan.
Aku adalah kegembiraan

yang tak pernah bosan
mencandai kesedihan.
Aku akan mencintai hatimu
bila kau resah, menemanimu berjalan-jalan

bila kau tiba-tiba jadi tak paham
dengan apa yang tengah kau rasakan.
Aku adalah burung-burung terbang
dan keriangan capung-capung

dalam lanskap gerimis rembang petang.
Aku adalah sepasukan kunang-kunang
dengan nyala biru di tubuh: datanglah kepadaku
mereka yang termenung.

Jika kau membayangkan dirimu seekor burung
yang ingin bebas sesukamu
datanglah kepadaku.
Aku adalah diam-sunyi

yang terbentang, langit biru untukmu.
Aku adalah jari-jemari angin
yang akan membantu sayap-sayapmu
terbentang. Aku adalah padang sabana

tempat cahaya bercermin
di matamu. Aku akan bahagia
berganti-ganti warna
cakrawala yang ingin kau gambar

di dalam bathinmu.
Aku adalah keluasan semesta
yang ada dalam hatimu. Semesta yang kau arungi
dengan sampan-sampan sepimu sendiri.

(2010)

Sulaiman Djaya in 2008b